Lama sudah tidak melalui jalanan Jatinangor sore mendung-mendung. Semuanya seakan melambat. Tukang cilor, warung seblak, warung lamongan, kedai thai tea, warung kopi. Laundry, tempat penyewaan alat kemah, toko kelontong, tukang cukur anak muda. Jalan kaki, cara paling ampuh agar tidak kehilangan semeterpun jalanan tidak ramah pejalan kaki yang penuh sesak dengan warung kaki lima untuk dinikmati memorinya. Pernah celingukan mencari kosan teman lah, rapat di warung makan mana lah, nugas sampai larut lah, diantar pulang lah, apa saja lah. Hujan makin deras. Angkot melaju kencang, lalu melambat, menyisir atap-atap tempat fotokopian dimana banyak calon penumpang yang lagi meneduh. Mahasiswa berjalan cepat menuju kosan masing-masing, memayungi dokumen di dekapan dengan kepala atau kerudung. Menyerap ke dalam cikuda, cisaladah, ciseke kecil, ciseke besar, cikeruh, sayang, caringin, gkpn, dan ribuan jalan kapiler padat pendatang lainnya. Andai aku punya waktu lebih lama untuk memeluk ...
Halo, lama tidak menulis lagi. Kehidupanku sekarang sudah jauh berubah, dimulai setelah aku lulus UASBN dan pertama kali menjejakkan kaki di SMP. Sejak saat itu, semua berubah. Waktu bagaikan berlomba lari denganku. Syuung... melesat seperti kecepatan cahaya. Hari-hari kulalui dengan belajar dan berbagai kegiatan. Berangkat jam setengah 7 pagi dan pulang jam 4 sore. Sampaidi rumah bisa malam sekali karena macet. Setelah itu, tak ada yang bisa kulakukan lagi selain istirahat. Meskipun jiwa ragaku sudah bisa diajak kompromi, tapi tetap saja melelahkan, ya? Untung saja bukan boarding school, karena aku anak rumahan (maksudnya lebih mencintai rumah daripada jalan-jalan sampe lupa sama rumah sendiri). Yaah.. kuranglebih begitulah DI HARI SEKOLAH SAJA. Senin, aku ada les piano sampai jam 9 otomatis, tenaga terkuras di awal minggu. Selasa, aku kumon sampai malam juga, terutama kalau pembetulannya banyak. Otomatis, mata berat adalah hal biasa. Rabu, alhamdulillah ada waktu luang. Aku juga haru...
Satu dekade yang lalu adalah titik dimana saya merasa keputusan yang saya ambil akan benar-benar mengubah hidup saya; sedikit saja keputusan yang saya ambil berbeda, apabila ada dunia paralel, maka kehidupan-kehidupan saya akan bercabang dengan jarak yang jauh sekali, dan kemudian bercabang dan bercabang lagi, terpisah seperti klaster-klaster pada dendrogram. Kalau boleh saya berkhayal, saya ingin diri saya di tahun 2013 agar mengunjungi diri saya di tahun 2023 agar mendapat sedikit gambaran bahwa apapun yang terjadi adalah yang paling baik bagi saya; agar kecemasan tentang masa depan dapat mereda walau sedikit; agar lebih tenang ketika keputusan sudah diambil; agar cobaan rasa sesal yang datang kemudian tidak membuat saya rendah diri. Biar saya lihat sendiri bahwa dengan apa yang terjadi pada saya di tahun 2013, saya hidup dengan baik dan bahagia di tahun 2023. Saya sungguh bersyukur dan berterima kasih pada apa-apa yang terjadi di tahun 2013. Yang datang, yang dipero...
Comments