Posts

Kabut Bulan Maret

Aku selalu menunggu setiap tahunnya, setidaknya selama satu dasawarsa terakhir ini, kabut yang turun menyusur dari puncak Gunung Manglayang ke arah pemukiman kaki gunung di setiap bulan Maret. Dan mampir ke balkon tempat aku biasa menunggunya. Kapanpun tanggalnya, aku akan menunggu Menyenangkan bisa bercengkrama dengan kabut di bulan Maret. Kabut memang tidak bisa disentuh, malah kalau dihirup bisa keselek karena pada dasarnya kabut adalah uap air yang membeku di udara (jujur, aku pernah melakukannya). Tapi aku suka menelusuri kabut dengan jari-jariku, meniup ke arahnya untuk menciptakan lebih banyak lagi efek asap yang sendu. Sampai hari ini kabut belum juga turun, padahal pertengahan bulan. Padahal awan sedang senang-senangnya menangis, udara sedang kena hipotermia. Komponen apa lagi yang dapat membentuk kabut di bulan ini? Apakah pepohonan? Aku sudah menanam belasan pohon sirsak di halaman belakang, walaupun masih beberapa helai daun saja yang muncul. Apakah malam hari kurang din...

Donat Rasa Kuadrat

Donatnya tidak hangat karena harus dimasukkan ke dalam kulkas agar chocolate glaz ing -nya mengeras. Rasanya tidak macam-macam, cuma coklat. Dan rasa coklat dikuadratkan olehmu jadi manis sekali.

Gusar

Lebih ricuh daripada suara denging di kala pusing Gusar adalah ketenangan yang memberontak di kungkungan rasa Ketika hidup seolah berhenti, terjebak dalam percabangan pilihan Gusar adalah mutan ketenangan yang menolak statis Keputusan, keputusan, keputusan Tidak ada waktu untuk menghayati rasa memilih Tolong katakan padaku Aku akan baik-baik saja bersama gusar Asalkan kamu jadi pawangnya. -Dini hari yang mengantuk saking lamanya terjebak pilihan

Luntur

Tinta luntur merancui buku-buku Dari berkata menjadi melantur Tinta luntur bersamaku Histori hilang sudah bersama guntur dan hujan dan jiwa terpaku Tinta luntur dan aku merasa kehilangan

Kuantum Karisma (edited)

Artikel ini masih dalam proses pengembangan. Maklum, masih dibuat oleh calon akademisi. Aku mau saja menulis atasmu, tetapi karisma milikmu mengobrak-abrik segalanya sehingga aku seperti harus menyusunnya dari awal lagi. Karisma tidak sedang mengalami majas metafora sehingga dianggap seperti suatu wujud benda, melainkan sedang membuktikan dirinya sebagai sesuatu yang dapat diterima reseptor, bersinggungan, dan berinteraksi. Karisma, apakah karisma adalah sebuah partikel? Memiliki wujud, massa dan berat? Apakah karisma merupakan kuanta yang terkuantisasi? Apakah karisma adalah debu kilau yang menguar darimu? Melakukan gerak lurus yang menancap dalam ruang jiwa? Melakukan percepatan atau bahkan mengalami elongasi akibat kecepatan yang mendekati cahaya? Ataukah partikel karisma bergerak lebih cepat dari cahaya sehingga karisma menusuk lebih kuat dari yang tampak di mata? Tercipta dari apakah? Sampai saat ini belum ada penelitian yang menyatakan bahwa karisma adalah kuantum, seperti c...

Foto

Image
foto /fo·to/ n 1 potret: -- nya dimuat di dalam surat kabar; 2 ki gambaran; bayangan; pantulan: ragam ilmiah seakan-akan -- kegiatan pikiran; Sekarang saya sedang suka memandang foto. Menurut saya, dan bisa saja yang lainnya, foto pada dasarnya merupakan seluruh partikel cahaya, warna dan momen dalam satu per sekian detik yang dibingkai dengan ukuran tertentu dan diserap ke dalam suatu bidang datar, fisik maupun non-fisik. Foto adalah seperti momen yang dijiplak keindahannya untuk dijadikan karya seni. Foto sangat indah, tentu saja, karena Tuhan yang melukiskan warna-warna di dunia ini. Seperti senyummu, tapi saya tidak mau memfotonya. Nanti habis seluruh waktu saya memandangnya, haha! Setiap foto yang terambil, setiap momen yang terjiplak, merupakan suatu cerita yang naratornya adalah warna dan momen itu sendiri, yang mana pendengarnya adalah sel-sel batang dan kerucut di lapis retina kita. Dan cerita memiliki beberapa unsur intrinsik seperti tema, alur, perwatakan, latar,...

Messed Up Choices

Dari berbagai macam tipe orang dalam memilih, janganlah menjadi perfeksionis. Aku ingin memilih. Tetapi semakin dalam aku menilik apa yang aku pilih, semakin jauh aku dari rasa ingin memilih. Semakin terbuka kepada pilihan yang lain, semakin rasional bahwa pilihan yang aku inginkan, yang aku usahakan, sepertinya semakin lebih pantas dianggap sebagai pilihan yang aku paksakan. Lantas mengapa aku memaksakannya? Apakah gengsi karena seluruh dunia telah tahu bahwa aku telah memutuskan sebuah pilihan? Apakah aku bangga memilih sesuatu yang lebih tepatnya terpaksa? Tidak perlu risau dengan pilihan, pilihan pasti memilihkan dirinya untukmu. Kalau pilihan menyukaimu, dia akan datang. Dengan cara menampar, menusuk, menyayat, membuai atau mengecup, pilihan akan menjadi bagian dari hidup yang tidak akan pernah disesali meskipun rasa itu baru datang setelah masa berlaku si pilihan telah berakhir. Dari berbagai macam cara orang memilih, jangan pernahlah menjadi perfeksionis yang bahkan mengatu...