Posts

Bus Kota

Langit begitu biru, cahaya begitu merebak walaupun tidak terik.  Matahari sedang menggelar rangkaian pembuka dari perpisahannya bersama langit, menyuguhkan sinar keemasan bersama angin yang memadamkan panas dari atap-atap bangunan. Pun aku, yang baru beres dari segala kekacauan ini, yang buru-buru mengejar bus kota. Aku duduk di jejeran bangku berhadapan, meratakan tas di pelukan, berusaha menggerinda emosi. Vroom. Bus menghampiri halte berikutnya, membuat beberapa orang berkejaran ke arahnya. Satu-satu memperlihatkan wajah-wajah; perlente, pengamen, mahasiswa, siswa, PNS, ibu muda, kakek bertongkat, dan seseorang berkemeja yang tidak membawa tas. Dia duduk di sampingku, lebih tepatnya, menduduki alam bawah sadarku. Sejenak tarikan dari orang itu begitu kuat, berputar-putar, membingungkan, membuatku terus mencari apakah jenis tarikan ini. Dia memutar balik segala memori yang mana aku telah berdamai dengan mereka, tapi alam bawah sadarku tidak. Bus serasa mengabur, panas, tak ...

Zasya: Side Story (5)

Bukan sekali dua kali, sudah berulang kali Zasya cuma tepis-tepis segala kerusuhan di kepalanya, yang mengganggu atau malah menyenangkannya. Zasya kembali harus berhadapan dengan lapar haus yang menghilang, lelah yang terpelintir hingga hilang, hawa panas seperti sejuk pegunungan, langkah jalan seperti berlari, bicara terburu-buru, menandakan warga alam bawah sadar sedang melakukan parade di alam sadar. Pusing pusing berhadiah. Zasya mendudukkan dirinya di halte. Ngos-ngosan pelan, kedua kakinya kedutan sana sini. Nyaris setengah jalan pulang ia tempuh dengan jalan kaki. Waktu telah berjalan setengah jam ketika menempuh perjalanan itu, tapi rasanya baru saja lima menit Zasya jalan cepat. Hari ini memang tidak ada yang spesial selain bekal martabak spesial dari Ibu, hari sekolah pun berjalan seperti biasanya. Keluar dari gerbang belakang sekolah seperti biasanya. Berpapasan dengan Pandu, maba yang tiba-tiba berjalan mampir ke sekolah entah untuk urusan apa, lalu saling melambaikan ta...

Was So Excited

Halo Hai Halo Hai Hai Hai Halo Halo Halo Halo Hai Hai Halo Hai Hai Hai Hai Halo Halo Hai Hai Hai Halo Halo Halo Hai Hai Halo Hai Hai Hai Halo Halo Halo Halo Halo Halo Hai Hai Halo Hai Halo Halo Halo

Pulang

Kami bersahabat satu SD dan satu kampung. Rumah kami berdekatan dan kami selalu pulang-pergi bersama. Yang membedakan, teman-temanku lebih suka naik ojeg yang memudahkan nanjak ke rumah kami di kampung lereng gunung, sedangkan aku jalan kaki. Ya, teman-temanku memang selalu lebih berada. Kalau sekali naik ojeg saat pulang sekolah lima ribu rupiah dan jajan tujuh ribu rupiah sehari, sebulan uang yang mereka pakai sudah dua-ratus-empat-puluh-ribu rupiah. Ibuk saja sudah mendelik mendengar kata seratus ribu rupiah, seakan bisa beli rumah dengan uang segitu. Meskipun kami selalu main bersama, ada kalanya mereka menyinggung status kekayaan bapakku. "Eh, bapak kamu sudah punya uang buat ganti sepatu?" "Kamu puasa lagi hari ini?" "Awalnya kita mau ajak kamu main hujan-hujanan pulang sekolah, tapi kayaknya kamu sebaiknya pulang aja. Nanti kalau kamu sakit, siapa yang bayar dokternya?" "Kemarin aku naik ojeg, muka tukang ojegnya mirip sama kamu! Bapak kam...

Sebentar

Lo tau di Bandung ada hutan dari kaki gunung sampai ujung gunung? Beneran, itu masih ada! Gue sendiri sekarang lagi naik motor ke rumah temen gue deket Tangkuban Perahu. Halo? Udah konek? Sekarang 2075, Jabodetabek udah jadi laut, makanya gue sekeluarga pindah ke Bandung. *** Deru mesin motor sport Arkan membelah hening jalan menuju Tangkuban Perahu yang dirimbuni pinus. Sesekali tubuhnya harus menahan ngilu tusukan angin malam bersuhu sekitar 16°C. Namun pada akhirnya tubuhnya tak mampu lagi. Arkan memarkirkan motornya di pinggir jalan. Gue harus kencing . Arkan menelisik di antara pohon-pohon, mencari calon 'toilet'nya. Memang tergolong buang air kecil sembarangan, tapi yang namanya alam kembali ke alam tidak akan meninggalkan jejak yang membuat tidak nyaman lingkungan sekitar. Belum membongkar sabuknya, Arkan menangkap suara gemerisik yang dibuat manusia dan suara manusia. Suara itu teredam. Arkan tidak percaya hal-hal gaib macam makhluk halus, lagi pula sekarang mito...

Susa, Sasi, Sisu

Gunjing, gunjing, gunjing. Terdengar seperti camilan, dan memang sepertinya saya dan orang-orang secara sadar maupun terpeleset melakukan hal ini setiap waktu luang. Tidak usah rumpi deh, person to person bergunjing juga tetap renyah. Supaya sedap, tersebutlah tiga orang yaitu Susa, Sasi, dan Sisu. Di suatu hari yang sepi, Susa berkesah kepada Sasi tentang Sisu yang arogan dan tetek bengeknya. Sasi, seperti manusia pada umumnya, menyanggupi untuk menjaga rahasia itu layaknya formalitas dalam cerita antar teman. Sayangnya, seperti manusia pada umumnya, rahasia seperti ember yang isinya sudah terlalu penuh lalu diisi lagi: luber. Sasi merasa baik-baik saja ketika keesokan harinya ia membocorkan rahasia itu pada Sisu. Entah karena ia merasa harus menyelesaikan masalah di antara kedua temannya, atau dia merasa bak agen rahasia yang berhasil membobol brankas isi hati temannya. Kalau bumbu-bumbunya tidak usah disebutkan, komplit all in one, yang tidak cocok dicocok-cocokkan. ...

Earphone Plugged In

Tugas, nugas, ditugasi, dipaksa nugas, terpaksa nugas, tertugasi. Malam-malam penuh cetak-cetik, pusing terlalu lama terpapar radiasi, minyak aromaterapi, kopi, dan air mata (habis menguap). Jujur, capek1 Mau menekan backspace tapi yang tertekan malah enter . Jujur, capek! Seringkali aku memakai earphone  dan memutar lagu-lagu berenergi tinggi untuk menstimulasi otak supaya tetap sadar. Memang kadang-kadang malah keterusan jadi dugem dan tidak menyentuh ketikan sama sekali, tapi setidaknya itu membantuku terjaga semalam suntuk. Malam yang ke sekian, aku terburu-buru menyalakan komputer yang sudah dipasangi earphone (karena memang tidak pernah dilepas). Malam ini aku begitu tidak beruntung karena ketiduran dari jam 7 sampai jam 11, otomatis beberapa tugas harus dikerjakan ekstra cepat tanpa embel-embel untuk tambahan nilai. Memasang earbuds , aku mulai membuka serba-serbi bahan tugas. Hingga kemudian aku merasakan sesuatu yang berbeda. Musik ini. Apakah ini adalah musik? Earbu...